JAKARTATERKINI.ID - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Banten, melaporkan penurunan angka keluarga berisiko stunting (KBS) di daerah tersebut.
Baca juga : Tangerang Digital Festival 2024 Tawarkan 10.237 Lowongan Kerja untuk Warga Kota Tangerang
Angka KBS yang pada tahun 2022 mencapai 354 ribu kasus berhasil diturunkan menjadi 118 ribu pada tahun 2023.
Hendra Tarmizi, Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang, menyatakan bahwa penurunan tersebut adalah hasil kerjasama dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang melibatkan berbagai perangkat daerah terkait.
"Pemerintah Kabupaten Tangerang berhasil menekan angka KBS sebesar 236 ribu kasus," katanya.
Baca juga : Polsek Menteng Tangkap Sindikat Pembuat Materai Palsu
Terdapat juga penurunan kasus stunting secara keseluruhan, dari 9.000 kasus pada tahun 2022 menjadi 5.391 kasus.
Hendra menekankan bahwa stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang cukup lama, dan penyakit infeksi kronis juga dapat menjadi penyebab.