JT – Warga yang melintas di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, mengeluhkan polusi debu dan kemacetan akibat pembangunan Tol Layang Harbour Road (HBR) II.
"Sesak napas, mata perih, debunya parah banget saat lewat sini," kata Anton Risdianto, warga Tanjung Priok, Rabu.
Baca juga : Suku Dinas Sosial Jakarta Barat Distribusikan 343 Alat Bantu Disabilitas pada 2024
Menurutnya, kondisi ini terjadi sejak proyek pembangunan tol dimulai di sisi kiri jalan. Hal senada disampaikan Carlos Roy, pengendara motor yang kerap melintasi jalan tersebut.
"Macet dan debu beterbangan, sulit bernapas," ujarnya.
Selain polusi debu, warga juga mengeluhkan penyempitan jalan akibat proyek, ditambah dengan banyaknya truk trailer dan kontainer yang mengantre di jalur tersebut.
Baca juga : Ruang Arsip Kantor Sudin Kesehatan Jakpus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta
"Jalan ini memang sempit, tapi sekarang lebih parah karena debu di mana-mana. Enggak nyaman lewatnya," kata Anton.
Beberapa warga terpaksa menggunakan masker dan kacamata untuk menghindari dampak buruk polusi di sekitar proyek. * * *
Bagikan