JT - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna meminta warga memaksimalkan potensi daerah daripada memilih merantau ke Jakarta untuk mencari mata pencaharian.
"Bagi mereka yang punya banyak keterbatasan lebih baik membangun desa atau tempat tinggal asal," kata Yayat saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Baca juga : DKI Jakarta Buka Posko Pengaduan UMP 2025 dan THR Idul Fitri
Yayat menjelaskan saran ini lebih baik daripada mencoba "nekat" ke kota lain yang dinilai lebih menjanjikan.
Menurut dia, hidup di Jakarta bagi para pendatang terbilang berat terlebih jika belum memiliki pekerjaan ataupun kemampuan tertentu lantaran tidak seindah yang dibayangkan.
Maka dari itu, dia meminta Pemerintah Provinsi DKI untuk mengingatkan para pendatang bahwa Jakarta tidaklah seindah seperti yang ada di layar kaca televisi.
Baca juga : Disnaker DKI: Perusahaan Telah Penuhi Kewajiban Pembayaran THR Karyawan
"Tugas dari Pemprov DKI sampaikan bahwa Jakarta tidak seindah apa yang diceritakan oleh sinetron," ujarnya.
Terlebih, dia turut menyoroti Jakarta yang akan difokuskan menjadi pusat ekonomi pasca Ibu Kota Indonesia berpindah dari DKI Jakarta ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.