JAKARTATERKINI.ID - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Banten, telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah lokasi yang rentan mengalami luapan dan menyebabkan banjir di pemukiman serta jalan protokol.
Baca juga : Jumlah Penderita Tuberkulosis di Kabupaten Lebak Mencapai 4.007 Orang hingga 1 Oktober 2024
Ruta Ireng Wicaksono, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, mengidentifikasi beberapa lokasi yang menjadi perhatian, antara lain Kali Sabi Cibodas, Kali Ledug Periuk, Saluran Pembuangan (SP) BTT 6-9 Sipon-Cipondoh, Kali Cantiga Karang Tengah, Saluran Sekunder Kamar Benda, SP Cikoneng Hilir Jatiuwung, Embung Gempol Pinang, Rawa Kunciran, dan SP Pasar Baru Karawaci.
Ruta menyatakan bahwa langkah-langkah penanganan melibatkan kerja sama dengan pihak Provinsi dan masyarakat.
"Upaya ini mencakup optimalisasi drainase dari jalan lingkungan hingga jalan provinsi di seluruh Kota Tangerang," jelasnya.
Baca juga : Pemkab Bekasi Kembangkan Konsep City Branding
Selain itu, Dinas PUPR Kota Tangerang terus mempersiapkan komponen-komponen infrastruktur Sistem Pengendali Banjir, termasuk persiapan petugas lapangan, 267 pompa pengendali banjir, dan upaya lainnya.
Camat Ciledug, Marwan, melaporkan normalisasi saluran drainase di Kelurahan Sudimara Timur, RT01/RW04. Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyebabkan banjir.
Bagikan