JAKARTATERKINI.ID - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah mengkoordinasikan langkah-langkah penanganan kasus penadahan kendaraan yang terjadi di gudang milik Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad), Sidoarjo, Jawa Timur.
Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi pengusaha pembiayaan Indonesia, Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad), dan Divhubinter untuk mencapai pengusutan kasus yang optimal.
Baca juga : T-Shuttle dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Stasiun Kereta Cepat Kini Tersedia
"Kita koordinasikan dengan asosiasi pengusaha pembiayaan Indonesia untuk mengetahui siapa kira-kira orang yang mengajukan kredit kendaraan tersebut," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Wira Satya Triputra, dalam konferensi pers di Jakarta.
Polda Metro Jaya juga membuka saluran telepon siaga (hotline) bagi para korban yang merasa kehilangan unit kendaraan terkait kasus penadahan kendaraan di Sidoarjo. Wira mengimbau para korban untuk berkoordinasi melalui nomor hotline yang disediakan.
Untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut, Wira menyatakan bahwa data kendaraan akan diumumkan lebih lanjut, dan pengecekan akan dilakukan terhadap nomor rangka dan mesin kendaraan.
Baca juga : TransJakarta Memodifikasi Rute 1B dan 2P yang Terintegrasi dengan MRT-KRL
Kerjasama dengan asosiasi akan membantu menentukan sumber kendaraan, terutama yang berasal dari perusahaan pembiayaan.
Kasus penadahan kendaraan melibatkan oknum anggota TNI di Gudang Pengembalian dan Penyingkiran (Gudbalkir) Sidoarjo, Jawa Timur, telah diungkap oleh Polda Metro Jaya dan Puspomad.
Bagikan