JT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melaporkan bahwa mayoritas warga terdampak banjir memilih bertahan di rumah masing-masing, terutama di wilayah Teluknaga, Desa Tanjung Burung.
"Seperti di wilayah Teluknaga, Tanjung Burung, warganya memilih bertahan. Tetapi petugas kami terus memantau dan bersiaga bila nanti dibutuhkan," ujar Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, di Tangerang, Selasa (4/3).
Baca juga : Tersangka Tunadaksa Agus Resmi Ditahan di Lapas Lombok Barat
Kecamatan Teluknaga masih mengalami banjir karena permukiman penduduknya berada di bantaran Sungai Cisadane, sehingga memiliki risiko tinggi terhadap dampak bencana.
Secara keseluruhan, sekitar 3.000 jiwa di Kabupaten Tangerang terdampak banjir akibat hujan deras sejak Senin (3/3), dengan ketinggian air mencapai 50 cm hingga 1 meter.
Banjir merendam enam kecamatan, yakni Pagedangan, Teluknaga, Legok, Tigaraksa, Panongan, dan Jambe, dengan belasan desa terdampak.
Baca juga : Penjabat Gubernur Bali Prihatin Kasus Warga yang Ditahan Karena Memelihara Landak Jawa
Wilayah terparah berada di Kecamatan Teluknaga, khususnya Desa Tanjung Burung, yang sudah dilanda banjir sejak Senin pagi dan mengakibatkan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak.
BPBD masih melakukan pendataan jumlah korban terdampak sambil terus memantau titik-titik banjir untuk memastikan langkah penanganan dan evakuasi.