JT - Operasi militer Israel di kamp pengungsi Tulkarem, Tepi Barat bagian utara, membuat 12.000 warga Palestina mengungsi, kata seorang pejabat setempat pada Selasa (25/2).
"Tentara pendudukan masih menduduki dan mengepung kamp Tulkarem, mengusir penduduknya dengan todongan senjata," ujar Wakil Gubernur Tulkarem Faisal Salama dalam sebuah pernyataan.
Baca juga : 65 Persen Perusahaan di Jepang Merekrut Pekerja Asing untuk Mengatasi Kekurangan Tenaga Kerja
"Pasukan Israel masih menghancurkan rumah, jalan, gang, dan seluruh fasilitas di kamp ini," tambahnya.
Menurut Salama, sejak bulan lalu, tentara Israel telah menghancurkan 40 bangunan yang menampung 100 unit apartemen di kamp tersebut.
"Militer Israel juga membakar 10 rumah dan menghancurkan hampir 300 toko di kamp ini," katanya.
Baca juga : Korsel Bersiap Hadapi Unjuk Rasa Besar Soal Pemakzulan Presiden Yoon
Salama mengatakan Israel melancarkan operasi militer di Tepi Barat bagian utara demi kepentingan politik dan mengubah struktur demografi di kamp pengungsi itu.
Operasi tersebut telah berlangsung sejak 21 Januari, yang menewaskan lebih dari 61 warga Palestina dan memaksa ribuan lainnya mengungsi, menurut pejabat Palestina.
Bagikan