JT – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD).
Hal ini bertujuan agar pengembangan kawasan tetap sesuai dengan identitas dan kebutuhan warga.
Baca juga : Rutan Salemba Berikan Remisi kepada 1.115 Narapidana di Hari Kemerdekaan
"Kawasan TOD harus melestarikan nilai sejarah dan budaya lokal, menggabungkan bangunan bersejarah dengan fasilitas modern," kata Rio di Jakarta, Selasa (25/2).
Menurutnya, hal ini juga sejalan dengan program prioritas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wakil Gubernur Rano Karno, yakni mengembangkan kawasan TOD Blok M dan Bundaran HI menjadi pusat perekonomian berbasis komunitas dan warisan budaya.
Rio mencontohkan keberhasilan Kota Moskwa, Rusia, dalam mengembangkan kawasan TOD yang mengusung tema sejarah dan budaya pada beberapa fasilitas transportasi publiknya.
Baca juga : Rekor Tertinggi, Penumpang Transjakarta Capai 280 Juta di Tahun 2023
"Pelibatan masyarakat dalam membangun kawasan TOD bisa disesuaikan dengan identitas dan kebutuhan warga," ujarnya.
Lebih lanjut, Rio mendorong agar Pemprov DKI mengintegrasikan kawasan TOD Blok M dan Bundaran HI dengan berbagai moda transportasi publik, seperti MRT, LRT, TransJakarta, dan KRL melalui sistem tiket terpadu.
Bagikan