JT - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang dimulai dari tingkat desa sebagai langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, KLH/BPLH menggelar "Aksi Desa Bebas Sampah," yang berlangsung serentak di tujuh desa pada Sabtu (15/2).
Baca juga : Presiden Jokowi Pertimbangkan Reshuffle Kabinet Usai Pengunduran Diri Beberapa Menteri
Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk mengajak masyarakat desa berperan aktif dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Sekretaris Utama KLH/BPLH, Rosa Vivien Ratnawati, menekankan bahwa desa memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan bebas sampah.
"Kalau desanya bersih, pasti rumah-rumahnya juga bersih. Jika program ini diterapkan di seluruh Indonesia, kita bisa mewujudkan negeri yang bebas sampah dan lebih sehat," ujar Vivien dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/2).
Baca juga : BNPT Minta Peran Masyarakat Mengatasi Ancaman Terorisme Melalui Media Sosial
Aksi ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, serta mendorong penerapan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber daya baru.
Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Samsul Widodo, mengatakan pihaknya mendukung program tersebut dengan Dana Desa yang telah dialokasikan sebesar Rp600 triliun sejak 2005 hingga 2025, dengan Rp71 triliun per tahun untuk 75.265 desa.