DECEMBER 9, 2022
WISATA

Rata-rata Lama Tinggal Wisatawan Mancanegara di Sleman Capai Dua Hari pada 2024

post-img
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid. ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto.

JT - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatatkan bahwa rata-rata "length of stay" atau lama tinggal wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sleman pada 2024 mencapai dua hari, sedikit lebih lama dibandingkan dengan wisatawan nusantara yang tercatat 1,82 hari.

"Kami mencatat rata-rata 'length of stay' wisman di hotel berbintang dan nonbintang di Sleman pada 2024 sebesar 2,00 hari," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid, di Sleman, Rabu.

Baca juga : Rute Baru Lion Air Ambon-Surabaya Menyumbang Peningkatan Kunjungan Wisatawan

Angka ini menunjukkan sedikit perbedaan dengan wisatawan nusantara yang memiliki rata-rata masa tinggal sebesar 1,82 hari. Meski demikian, jika dibandingkan dengan data pada 2023, rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara dan nusantara mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,1 hari, yang menunjukkan bahwa masa tinggal wisatawan di Kabupaten Sleman menjadi lebih singkat.

Ishadi Zayid menjelaskan bahwa bulan dengan rata-rata "length of stay" tertinggi untuk wisatawan nusantara adalah pada November dengan 2,11 hari, sedangkan untuk wisatawan mancanegara tercatat pada Januari dengan 2,26 hari. Sebaliknya, bulan dengan rata-rata terendah untuk wisatawan nusantara adalah April dengan 1,65 hari, sedangkan wisman tercatat terendah pada Maret dengan 1,78 hari.

Pada tahun 2024, Kabupaten Sleman menerima 7,45 juta kunjungan wisatawan hingga 15 Desember, mencapai 99,35 persen dari target kunjungan.

Baca juga : Jumlah Permintaan Kain Tenun Badui Kembali Normal

"Jumlah kunjungan tersebut didominasi oleh wisatawan nusantara yang mencatatkan 7.246.102 kunjungan atau 97,25 persen dari total kunjungan," tambah Ishadi.

Perputaran uang yang dihasilkan dari kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman hingga 15 Desember 2024 mencapai Rp23,64 triliun, yang diperoleh dari pajak, retribusi objek wisata, serta belanja wisatawan. * * *


Related Post

WISATA

Semarang Halal Food Festival Jadi Rangkaian AICIS ke 23

WISATA

Satpam di Taman Wisata Candi Borobudur Pakai Seragam Khas Jawa

WISATA

Kota Tangerang Dikunjungi 12 Juta Wisatawan Selama 2023

WISATA

BPS Data Sebanyak 14.851 Wisman Kunjungi Sumut

WISATA

Penampilan Rapai Aceh Pukau Pengunjung TMII

WISATA

Pengunjung Taman Marga Satwa Ragunan Capai 29.927

WISATA

Wisman Malaysia Dominasi Kunjungi Sumatera Barat

Tentang Kami

Jakartaterkini.id merupakan transformasi dari Media sosial Instagram Jakarta terkini, yang lahir sejak tahun 2017 silam. Melalui media online kami ingin lebih berkomitmen dalam menghadirkan beragam informasi yang lebih luas, komprehensif dan faktual.

Kami berfokus menjadi media lokal Jakarta yang terkini, sesuai dengan tag line kami, Informasi terkini di Jakarta. Dibawah naungan JTN Media kami terus beradaptasi dalam segala aspek sesuai dengan perkembangan sosial terkini. Selain itu kami juga terus melakukan inovasi terhadap perkembangan teknologi agar dapat memenuhi keinginan khalayak dalam mengakses informasi.

Kami adalah media yang Independent dengan mengedepankan kaidah jurnalistik, disajikan secara berimbang tanpa intervensi.

Bicara Jakarta..?! Jakarta terkini, Informasi terkini di Jakarta, Powered by JTN Media. 

 
Cart