JT - Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy menyebut idealnya dibutuhkan sekitar 150 unit sabo dam untuk mengantisipasi potensi banjir dan banjir bandang lahar dingin yang membawa material batu dan kayu dari lereng Gunung Marapi.
"Sabo dam itu untuk menahan batu-batu besar serta kayu/pohon yang terbawa arus dari lereng Gunung Marapi," katanya di Padang, Minggu.
Baca juga : Mentan Andi Amran Sulaiman Pecat Tiga Pegawai karena Permintaan Komisi Proyek
Audy mengatakan berdasarkan informasi dari Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat meninjau bencana di Sumbar, satu aliran sungai yang berhulu ke Marapi butuh enam sabo dam untuk bisa meredam potensi banjir dan banjir bandang lahar dingin.
Sementara jumlah aliran sungai yang berhulu ke Marapi dan berpotensi banjir dan banjir bandang ada sekitar 25 sungai, sehingga idealnya butuh 150 sabo dam.
"Sekarang kita di Sumbar cuma punya dua check dam, bukan sabo dam. Karena untuk kebutuhan, itu memang masih sangat kurang," katanya.
Baca juga : 197.034 Kendaraan Balik Ke Jakarta Usai Libur Natal 2023
Audy menilai jika dibandingkan dengan kondisi aliran sungai Gunung Merapi di Yogyakarta yang memiliki sekitar 272 sabo dam, kondisi di Sumbar memang masih jauh dari ideal.
"Namun, kita berterima kasih ,karena Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR sudah merencanakan tahun ini dibangun sekitar 12 sabo dam pada enam aliran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi," katanya.
Bagikan