JAKARTATERKINI.ID - Muti Arintawati, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI), menekankan pentingnya sertifikasi halal untuk tinta yang digunakan dalam pencoblosan pemilihan umum (pemilu).
Dalam keterangannya di Jakarta, Muti Arintawati menyatakan bahwa menjelang pemilu, tinta yang digunakan harus memenuhi persyaratan dapat tembus air agar aman digunakan saat seseorang akan berwudhu.
Baca juga : Paus Fransiskus Tutup Misa dengan Ucapan Terima Kasih untuk Warga Indonesia
Dia menambahkan bahwa sertifikat halal menjadi salah satu dokumen yang diajukan oleh produsen tinta saat mengajukan tender ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Pentingnya sertifikasi halal ini ditekankan sebagai bagian dari persiapan untuk memastikan keamanan dan kehalalan tinta yang akan digunakan dalam proses pemilihan," jelasnya.
Muti menjelaskan dua hal yang harus dipastikan sebelum penggunaan tinta pada pemilu. Pertama, bahan-bahan tinta harus bebas dari unsur-unsur najis. Kedua, tinta yang akan digunakan harus dapat tembus air.
Baca juga : Kemenkominfo dan BSSN Telusuri Dugaan Kebocoran Data BKN
Uji laboratorium menjadi kunci dalam memastikan bahwa tinta yang digunakan pada pemilu memenuhi standar kehalalan dan keamanan.
"LPPOM MUI telah melaksanakan pemeriksaan tinta dari pemilu ke pemilu untuk memastikan bahwa tinta yang digunakan memenuhi persyaratan sertifikasi halal dan dapat tembus air," jelasnya.
Bagikan