JT – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Melawan kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Jumat (28/2).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), atas dugaan tindak korupsi dalam pengelolaan anggaran.
Baca juga : UPP Tobelo Evakuasi 20 Penumpang KM Beringin Jaya yang Mati Mesin di Perairan Pulau Tolonou
Para demonstran menyoroti dugaan pengurangan volume belanja untuk pemeliharaan irigasi, jalan, dan jaringan dalam tujuh proyek pemeliharaan jalan.
Selain itu, mereka juga menuding adanya pengurangan volume belanja modal dalam enam proyek jalan di lingkungan Dinas BMSDA Kota Bekasi.
Dalam orasinya, Ahmad Maulana, selaku koordinator aksi, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk protes keras terhadap dugaan praktik korupsi yang berpotensi merugikan negara serta menurunkan kualitas pembangunan infrastruktur.
Baca juga : Polres Jakbar temukan gudang penyimpanan jutaan pil tramadol-heximer
"Kami kecewa karena dugaan korupsi ini berdampak langsung pada kualitas pembangunan. Oleh karena itu, kami kembali turun ke jalan menuntut Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk memberikan kejelasan dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat," tegasnya.
Sebelumnya, massa aksi telah menggelar unjuk rasa di depan Gedung Dinas Teknis Bersama, namun tidak ada pihak dari Dinas BMSDA yang memberikan keterangan jelas terkait dugaan korupsi tersebut.