JT - Suasana haru menyelimuti Istora Senayan, Jakarta, Minggu, dalam acara perpisahan ganda putra legendaris Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, yang bertajuk Moment of Honor.
“Rasanya senang karena bisa mengakhiri (karier profesional sebagai atlet) di Istora,” ujar Hendra Setiawan dari atas panggung.
Baca juga : Diduga Terlibat Gratifikasi, Ketua Federasi Sepakbola Spanyol Diselidiki
Acara tersebut dihadiri para penggemar, mantan pelatih, dan sejumlah tokoh bulu tangkis dunia. Pelatih legendaris Herry Iman Pierngadi dan Hendrawan turut hadir bersama Aryono Miranat yang mengenang dedikasi The Daddies.
“Melatih Hendra dan Ahsan itu spesial, karena dedikasinya, disiplinnya, di dalam dan luar lapangan luar biasa,” ungkap Herry.
Dalam acara itu, ucapan penghormatan datang dari sejumlah pemain elite dunia seperti Selena Piek (Belanda), Mathias Christiansen (Denmark), Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), serta Liang Wei Keng/Wang Chang dan Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China).
Baca juga : Drawing Babak Keempat Piala FA: MU Hadapi Leicester, Chelsea Tantang Brighton
“Kami sangat menghormati ‘The Daddies’ karena mereka mampu mempertahankan level permainan yang tinggi untuk waktu yang sangat lama,” kata Wang Chang mewakili pemain elite dunia.
Usai menyapa penggemar, Hendra/Ahsan tampil dalam pertandingan ekshibisi melawan Kevin Sanjaya Sukamuljo dan juara dunia 2023 asal Korea Selatan, Seo Seung Jae. Pertandingan ini menjadi simbol penghormatan terakhir untuk karier luar biasa mereka.
Bagikan