Prof. Rini menjelaskan bahwa menu makan siswa dalam program ini harus memperhatikan kebutuhan kalori harian anak. Misalnya, jika anak membutuhkan sekitar 1.500 kalori sehari, makanannya dalam sekali makan sebaiknya mengandung kurang lebih 400 kalori dari sumber karbohidrat, protein, dan tambahan kalori dari kudapan.
Baca juga : Pertamina: Hubungi 135 untuk Dapatkan Pengiriman BBM saat Terjebak Macet
"Sumber karbohidrat yang setara dengan nasi bisa bervariasi. Takaran dan porsinya dapat disesuaikan dengan berat badan serta kebutuhan kalori harian anak," ujarnya saat acara Media Scientific Workshop Seanuts II bersama Frisian Flag di Jakarta, Jumat.
Dia juga mengingatkan agar tidak ada dua jenis sumber karbohidrat dalam satu porsi makanan. Sebagai contoh, meskipun protein bisa berasal dari berbagai sumber seperti telur dan ayam, sebaiknya sumber karbohidrat hanya satu, baik itu nasi, ubi, atau kentang, dan jumlahnya harus dihitung dengan tepat sebagai pengganti nasi.
Selain itu, Prof. Rini juga menekankan pentingnya penyediaan susu bagi anak usia dua tahun hingga remaja, dengan saran konsumsi 500 cc susu setiap hari.
Baca juga : Presiden Prabowo Fasilitasi Pejabat dengan Mobil Maung dari Pindad
Hal ini, bersama dengan pemenuhan gizi yang seimbang, diharapkan dapat menghindari masalah kesehatan seperti obesitas, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan gangguan kesehatan lainnya. * * *